Kualitas Balita Tak Semata Diukur Dari Kesehatannya

Ditulis Oleh | Sabtu, 28 Juli 2018 02:26 | Dibaca : 42 Kali | Terakhir Diperbaharui : Rabu, 01 Agustus 2018 02:04
Kualitas Balita Tak Semata Diukur Dari Kesehatannya

REPUBLIKA.CO.ID, Anak terutama balita berkualitas tak hanya diukur dari kesehatannya. Tetapi, pertumbuhan, perkembangan, perilaku, emosi, spiritual, kognitif dan perkembangan spiritualnya harus berkembang sesuai usianya.


 

“Lingkungan berperan besar dalam tumbuh kembang anak. Pada fungsi kognitif anak usia 2-4 tahun, sebanyak 20 persen ditentukan faktor genetik sedangkan 70 persen ditentukan lingkungan asuhan bersama,” ujar konsultan tumbuh kembang Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Bernie Endyarni Medise, SpA (K), MPH, dalam seminar media di Jakarta, Kamis (16/10).

 

Bernie mengatakan, ciri khas anak tumbuh optimal dapat diukur dari berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala. Sementara anak dikatakan berkembang ditandai dengan kematangan fungsi organ tubuhnya.

 

Perkembangan ini diantaranya ditandai dengan berbagai hal, yakni motor kasar yang mencakup tengkurap, duduk, berdiri dan berlari. Lalu, motor halus yang dicirikan dengan kemampuan meraih mainan dan memegang sendok. Tanda lainnya ialah kemampuan berbahasa, kemandirian atau personal sosial.

 

Bernie mengungkapkan, agar anak bisa tumbuh dan berkembang secara optimal, maka orang tua harus memperhatikan sejumlah hal, yakni, faktor biologis yang mencakup nutrisi, imunisasi, kebersihan badan, lingkungan, pengobatan, olahraga dan bermain.

 

Dia melanjutkan, kebutuhan lainnya ialah stimulasi, yang mencakup sensorik, motorik, emosi, kognitif, mandiri dan kepemimpinan. Kemudian, orang tua juga harus memenuhi kebutuhan anak soal kasih sayang. Orang tua, kata dia, layaknya memberikan rasa aman dan nyaman pada anak.

 

“Orang tua perlu memperhatikan pola pengasuhan anak yang tepat. Pola pengasuhan terbaik adalah demokratik. Di sini, anak diberikan kesempatan untuk berbicara dan berpendapat,” kata Bernie.

 

Selain itu, Bernie menyebutkan, sejumlah hal lain agar proses tumbuh dan berkembang seorang anak dapat optimal, yakni orang tua perlu melibatkan diri dalam kegiatan anak, jangan terlalu memanjakan anak, membuat aturan dan memastikan anak untuk mematuhinya.

 

Kemudian, lanjut dia, orang tua juga harus konsisten dengan aturan yang telah dibuat, sebisa mungkin memberikan pujian atas usaha yang telah dilakukan anak, memberikan kesempatan anak untuk mengeksplorasi lingkungan serta mengajarkan anak mandiri sesuai tahapan perkembangannya. Prayogi/Republika

 

Sumber : Republika Online – Gaya Hidup/ Kamis, 16 Oktober 2014

http://gizi.depkes.go.id/kualitas-balita-tak-semata-diukur-dari-kesehatannya

Hans Mandala

puskkk.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Beri Komentar

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.