DIET KOK KETAT? EMANG SEHAT? Featured

Ditulis Oleh | Kamis, 09 Agustus 2018 03:09 | Dibaca : 59 Kali | Terakhir Diperbaharui : Kamis, 09 Agustus 2018 03:56
DIET KOK KETAT? EMANG SEHAT?

Diet ketat pada umumnya memiliki strategi pemangkasan kalori dengan berpantang pada sejumlah makanan, terutama karbohidrat, lemak, dan gula. Pada awalnya mungkin Anda berhasil menurunkan beberapa kilogram berat badan, namun pada akhirnya Anda akan menjadi begitu lapar sehingga meninggalkan pola diet itu disertai balas dendam untuk bisa menikmati makanan yang dulu dianggap musuh.


          Akibatnya adalah fenomena yo-yo diet, yakni Anda akan kembali ke berat tubuh semula, bahkan lebih. Kalau sudah begini, akan menjadi mubazir semua pantangan makanan yang sudah berbulan-bulan dijalankan.

           Penelitian yang dilakukan oleh Kelly Brownell, Ph.D, psikolog dan peneliti masalah obesitas di Yale University, Amerika Serikat, menemukan bahwa diet yang berulang-ulang dapat menyebabkan orang terkena penyakit jantung.

         Dalam penelitian tersebut diketahui orang dengan berat badan naik turun mempunyai risiko meninggal karena penyakit jantung 75% lebih besar daripada orang yang berat badannya relatif stabil. "Naik turun berat badan di sini adalah yang cukup besar, bukan hanya dua tiga kilogram," katanya.

          Diet yang tidak konsisten juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi serta redistribusi lemak ke bagian-bagian tubuh yang mudah rusak, misalnya dari pantat ke perut. Para ahli telah mengingatkan orang dengan lemak perut berlebihan lebih mudah terkena penyakit jantung. Ingat, diet berlebihan tidak ada gunanya. Yang ada gunanya adalah pengurangan berat badan secara perlahan-lahan dan bertahap melalui perubahan gaya hidup, seperti pola makan gizi seimbang rendah kalori namun tetap harus mengonsumsi nutrisi lengkap yang mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Jangan lupa untuk mengimbanginya dengan latihan fisik.

 

Pengaruh Diet Terhadap Asma

 

         Dalam jurnal dari American College of Chest Physicians (ACCP) di bulan Juli, sebuah penelitian menunjukkan bahwa diet rendah terhadap nutrisi tertentu meningkatkan kemungkinan munculnya gejala gangguan pernafasan seperti asma terutama pada kalangan remaja yang merokok.

         Para remaja yang katanya melakukan diet sehat dan seimbang mungkin mengalami kesulitan dalam bernafas. Lebih jauh lagi, kekurangan nutrisi-nutrisi penting dapat juga menyebabkan fungsi paru menurun. Seperti penelitian yang lainnya, dikatakan bahwa asupan antioksidan dan mikronutrisi anti peradangan berhubungan dengan rendahnya laporan batuk, infeksi pernafasan, dan gejala asma yang jauh lebih ringan.

        Remaja yang menjalani diet rendah asupan buah, vitamin E dan Asam lemak omega-3 mempunyai resiko yang lebih tinggi terhadap gejala asma. Dr. Jane Burns dan teman-temannya dari Harvard School Of Public Health memeriksa hubungan diet rendah asupan nutrient dengan rendahnya fungsi paru dan gejala pernafasan pada pelajar dari berbagai komunitas di Amerika Serikat dan Kanada. Selama satu observasi dari 2112 pelajar yang diberikan kuesioner tentang diet dan gejala pernafasan serta pertanyaan mengenai pemakaian obat-obatan, kebiasaan merokok, olahraga, sebelum melakukan tes fungsi pernafasan.

        Dr. Burns menjelaskan kenapa memfokuskan diri pada remaja karena ini adalah usia yang ideal untuk melakukan tes fungsi paru dan kebiasaan makan. Hasilnya menunjukkan sepertiganya mempunyai diet yang dibawah rekomendasi untuk jumlah asupan buah,sayuran, vitamin A dan E, beta-caroten dan asam lemak omega-3 dan sebagian besar menunjukkan penurunan fungsi paru dan memiliki resiko tinggi terhadap asma, bronkitis kronik, apalagi pada pelajar yang merokok (25%).

         Hampir 72% pelajar mengatakan tidak mengkonsumsi multivitamin suplemen, padahal multivitamin dapat membantu kita untuk mencapai kadar kebutuhan vitamin yang dianjurkan. Dengan suplemen vitamin kita dapat mencegah berkembanganya gejala pernafasan walau asupan asam lemak omega-3 tidak terlalu tinggi.

         Dari hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya diet yang seimbang dan sehat dengan memperhatikan asupan nutrient yang masuk, tidak hanya asal sehat dan seimbang saja. Penting untuk mengutamakan buah-buahan, sayur-sayuran dalam diet kita dimana banyak terdapat sumber vitamin. Buah-buahan akan lebih baik bila dikonsumsi secara utuh (whole fruits) dibandingkan dengan cara dibuat jus.

          Penting juga untuk diperhatikan bahwa diet dapat berpengaruh terhadap kesehatan pernafasan remaja, sehingga perlunya orang tua dan guru untuk bersama-sama memonitor dan menjaga diet sehat pada remaja, apalagi dengan semakin banyaknya remaja di Indonesia yang bermasalah dengan diet makanan.

http://novianafatma.blogspot.com/2013/02/pengaruh-diet-bagi-kesehatan.html

Hans Mandala

puskkk.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Beri Komentar

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.