MASKER CUMAN MENGATASI, BUKAN MENGOBATI.....

Ditulis Oleh | Jumat, 03 April 2020 01:27 | Dibaca : 361 Kali | Terakhir Diperbaharui : Jumat, 03 April 2020 02:00
MASKER CUMAN MENGATASI, BUKAN MENGOBATI.....

Infeksi virus Corona yang dikenal juga sebagai penyakit COVID-19 berasal dari hewan, Penyakit ini dapat menular ke manusia dan antarmanusia. Penularan virus Corona dari manusia ke manusia bisa terjadi salah satunya melalui percikan air liur penderita COVID-19 yang dikeluarkan saat bersin, batuk, atau bahkan bicara.

 

Oleh karena itu, penggunaan masker dianjurkan sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona, karena dapat menghalau percikan ludah ini.

 

Lantas, Kapan Waktu yang Tepat untuk Anak Menggunakan Masker?

Pemakaian masker tidak dianjurkan jika anak tidak sakit atau tidak berada di dekat orang sakit. Kenakan Si Kecil masker hanya bila ia sedang sakit batuk atau pilek, juga bila ia berada di dekat orang yang sedang sakit batuk atau pilek. Pilihlah masker yang ukurannya pas agar nyaman digunakan oleh Si Kecil.

 

Bila Bunda hendak memberikan Si Kecil masker, jangan lupa ajari ia untuk selalu mencuci tangan sebelum dan setelah menyentuh masker.

 

Memakai masker bisa membuat anak merasa gerah dan kurang nyaman untuk bernapas, sehingga ia akan bolak-balik melepas dan memasang masker, serta menyentuh masker dan wajah tanpa mencuci tangan. Hal ini justru akan meningkatkan risiko anak untuk terinfeksi virus dan kuman penyakit lainnya, lho.

 

Jadi, ketimbang memakaikannya masker, lebih baik Bunda mengurangi membawa Si Kecil ke luar rumah, apalagi ke tempat yang ramai, seperti pusat perbelanjaan atau taman bermain. Untuk saat ini, cara tersebut lebih dianjurkan untuk mencegah penularan virus Corona.

 

Jika memang harus ke luar rumah, usahakan agar Si Kecil tidak dekat-dekat, digendong, atau dicium orang lain, terutama orang yang tampak sakit. Selain itu, pastikan juga area wajah Si Kecil tidak disentuh tangan yang belum dicuci.

 

Memakaikan anak masker perlu dipertimbangkan dengan bijak. Pasalnya, masker bisa melindunginya, tapi bisa juga meningkatkan risikonya untuk terinfeksi. Oleh karena itu, lebih baik Bunda fokus pada langkah pencegahan yang lain, seperti membiasakannya cuci tangan.

 

Pastikan Si Kecil paham mengenai cara mencuci tangan yang benar dan kapan saja ia harus mencuci tangan. Ingatkan ia untuk mencuci tangannya secara teratur dan tidak menyentuh wajah atau makan dengan tangan yang kotor. Berikan ia makanan bergizi dan pastikan ia cukup istirahat supaya daya tahan tubuhnya tetap prima.

 

Berikut ada beberapa jenis masker yang ada:

 

Masker Kain

 

Umumnya, masker ini bisa dicuci dan digunakan lagi. Masker ini sangat umum digunakan di negara-negara Asia, terutama untuk berkendara.

 

Studi menunjukkan enggak ada bukti kalau masker kain punya manfaat untuk pencegahan penyakit.

 

Masker jenis ini malah dianggap berbahaya karena cenderung jarang dicuci.

 

Masker kain juga gampang basah dan lembap, yang membuatnya jadi tempat yang baik untuk kuman berkembang biak.

 

 

Masker Bedah

 

Nah, kamu pasti enggak asing dengan masker yang satu ini. Yup, ini adalah masker bedah, masker yang paling sering digunakan di Indonesia.

 

Masker bedah sekali pakai ini biasanya berwarna hijau atau biru, dan umumnya dipakai oleh dokter saat melakukan pembedahan atau prosedur medis.

 

Fungsi dari jenis masker ini adalah untuk mencegah air liur atau batuk mengontaminasi area operasi yang steril.

 

Masker ini juga cocok digunakan orang yang sakit agar enggak menularkan penyakitnya lewat droplets (air liur).

 

 

Masker N95

 

Masker N95 atau masker respirator adalah jenis masker anti-polusi yang bisa digunakan untuk melindungi dari asap, termasuk kabut asap.

 

Masker N95 bisa menyaring polutan dan partikel halus sampai 95 persen. Inilah alasan masker ini dinamakan masker N95.

 

Jenis masker ini cocok digunakan untuk orang yang sensitif, seperti penderita infeksi saluran pernapasan dan pekerja di luar ruangan.

 

N95 tidak dirancang untuk anak-anak atau Anda yang memiliki rambut pada wajah karena N95 tidak akan bisa menutupi wajah secara sempurna,

menyisakan celah dan bisa dimasuki partikel-partikel berukuran kecil.

Orang-orang yang memiliki masalah pernapasan kronis, jantung, atau kondisi medis lainnya yang membuat mereka sulit bernapas harus terlebih dahulu

berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaan N95. Anda memerlukan usaha lebih keras untuk bernapas menggunakan N95, karena itulah, lebih

baik untuk menanyakan cara penggunaannya dengan ahli terlebih dahulu.

Untuk mencegah penularan bakteri atau virus, N95 tidak boleh dipakai bergantian dengan orang lain. Jika N95 milik Anda sudah rusak, kotor, atau

membuat Anda sulit bernapas, segera ganti dengan yang baru. Jangan salah pilih dan menggunakannya, ya! Karena setiap masker punya kegunaan

masing-masing.

 


Hans Mandala

puskkk.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Beri Komentar

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.