Print this page

PELAYANAN IBU HAMIL TERUS BERJALAN MESKI PANDEMI CORONA

Ditulis Oleh | Senin, 15 Jun 2020 02:20 | Dibaca : 89 Kali | Terakhir Diperbaharui : Senin, 15 Jun 2020 02:30
Beri Rating
(0 votes)
PELAYANAN IBU HAMIL TERUS BERJALAN MESKI PANDEMI CORONA

Pandemi ini tidak menurunkan semangat dan gigihnya petugas Pada Puskesmas Kupang Kota dalam pelayanan kepada pasien.


Ibu hamil yang datang pemeriksaan di Puskesmas Kupang Kota selalu diukur LILA (Lingkar Lengan Atas) yang berguna diketahui dari perempuan dalam masa subur. Ukuran lingkar lengan atas ternyata dapat menjadi indikator status nutrisi orang dewasa. Utamanya, bagi perempuan yang sedang merencanakan memiliki keturunan. Idealnya, ukuran lingkar lengan atas harus lebih dari 23,5 cm.

 

Apabila ukuran lingkar lengan atas atau LILA kurang dari normal, dikhawatirkan ada risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada wanita usia subur. Biasanya, pengukuran lingkar lengan atas dilakukan pada wanita usia subur terutama dalam rentang usia 15 hingga 45 tahun. Sehingga diberikan PMT ( Pemberian Makanan Tambahan) berupa Biskuit Ibu Hamil. Dan selalu di pantau pengukuran LILA setiap pemeriksaan.

 

 

Cara mengukur LILA:

Pengukuran lingkar lengan atas ada baiknya dilakukan oleh pihak profesional. Mereka akan menggunakan pita khusus untuk mengetahui berapa ukuran lingkar lengan atas wanita usia subur.

Caranya adalah:

  1. Pengukuran dilakukan pada lengan tangan yang lebih tidak dominan antara kanan atau kiri. Contohnya jika terbiasa beraktivitas dengan tangan kanan, maka pengukuran lingkar lengan atas dilakukan pada lengan kiri. Tujuannya untuk memastikan bahwa ukuran lingkar lengan atas bukan karena timbunan lemak melainkan pembesaran otot karena aktivitas.
  2. Tekuk lengan sehingga tangan berbentuk siku. Kemudian, cari titik tengah dari tulang bahu hingga siku. Pengukuran lingkar lengan atas akan dilakukan di area tersebut.
  3. Lingkarkan pita di titik tengah antara tulang bahu dan siku. Jangan terlalu ketat atau terlalu longgar.
  4. Ukuran lingkar lengan atas akan terlihat di pita meteran.

Mengapa ukuran lingkar lengan atas harus terpenuhi?

Ukuran lingkar lengan atas sangat penting diketahui pada perempuan yang sedang menjalani program hamil. Ukuran ini menggambarkan lapisan lemak di bawah kulit dan jaringan otot yang dimiliki seorang perempuan.

Lemak di bawah kulit atau lemak subkutan ini menjadi cadangan energi dalam tubuh. Saat tubuh membutuhkan energi untuk beraktivitas, lemak subkutan ini akan dikonversi menjadi energi.

Apabila seorang perempuan tidak memiliki cadangan lemak yang cukup, ada kemungkinan terjadi kekurangan energi kronis. Padahal selama masa kehamilan, cadangan lemak sangat diperlukan.

Energi yang diperlukan seorang ibu hamil akan jauh lebih besar dibandingkan dengan sebelum hamil. Adanya cadangan lemak subkutan mencegah terjadinya kekurangan energi.

Selain itu, tentu ibu hamil juga perlu mengonsumsi makanan bernutrisi yang baik untuk janin. Tidak ada pantangan makanan ibu hamil namun apa saja yang masuk ke tubuh perlu benar-benar disaring.

Bagaimana jika lingkar lengan atas kurang dari standar?

Ukuran standar lingkar lengan atas wanita subur di Indonesia adalah 23,5 cm. Apalagi, lingkar lengan atas adalah bagian tubuh yang jarang ikut membesar saat hamil, sehingga lebih objektif mengukur status gizi ketimbang mengukur berat badan.

Apabila lingkar lengan atas Anda ternyata kurang dari 23,5 cm, tak perlu terlalu khawatir. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan janin atau risiko saat kehamilan lainnya adalah:

  • Istirahat cukup
  • Aktif bergerak
  • Tidak stres atau cemas berlebih
  • Selalu kontrol rutin dengan dokter kandungan
  • Mengonsumsi makanan bergizi
  • Konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter

Tak kalah penting, selalu deteksi dini akan adanya kemungkinan bayi dengan berat badan lahir rendah. Ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis punya kemungkinan melahirkan bayi dengan BBLR lebih tinggi.

 

Hans Mandala

puskkk.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Terbaru dari Hans Mandala

Artikel Terkait