PEMBAGIAN PITA LILA ANTISIPASI MASALAH GIZI BALITA Featured

Ditulis Oleh | Rabu, 24 Jun 2020 01:02 | Dibaca : 75 Kali | Terakhir Diperbaharui : Rabu, 24 Jun 2020 01:17
PEMBAGIAN PITA LILA ANTISIPASI MASALAH GIZI BALITA

Meski dalam situasi pandemic Covid-19 tidak menurunkan semangat Nutrisionist Mengantisipasi masalah gizi yang ada di Indonesia, terutama Wilayah  kerja puskesmas Kupang Kota.


Puskesmas Kupang Kota yang posisinya di jantung kota kupang yang menjadi parimeter kota kupang mempunyai 5  kelurahan sebagai wilayah kerja  dengan 18 Posyandu Balita Binaan yang tingkat mobilisasinya sangat tinggi, permasalahan gizi disini terkadang ada karena Urbanisasi yang terjadi karena faktor ekonomi.

Oleh karena itu Nutrisionist Puskesmas Kupang Kota " Hans Mandala Amd,Gz " dalam mengantisipasi Masalah Gizi yang ada, melakukan salah satu tindakan yakni Pembagian Pita LILA bagi BALITA agar dapat dilakukan pengukuran Antropometri bagi masing-masing Balita di wilayah Posyandunya Masing-masing.

    Antropometri merupakan salah satu metode yang dapat dipakai secara universal untuk mengukur ukuran, bagian dan komposisi dari tubuh manusia. Pertumbuhan anak-anak dan dimensi tubuh pada segala usia dapat mencerminkan kesehatan dan kesejahteraan dari masyarkat, sehingga antropometri dapat juga digunakan untuk prediksi performa, kesehatan, dan daya tahan hidup. Selain itu, aplikasi antropometri mencakup berbagai bidang karena dapat dipakai untuk menilai status pertumbuhan, status gizi dan obesitas.

    Indikator antropometri antara lain Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB), Lingkar Lengan Atas (LILA), dan Lapisan Lemak Bawah Kulit (LLBK). Dalam pemakaian untuk penilaian status gizi, antropometri disajikan dalam bentuk indeks, misalnya berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U) atau berat badan menurut tinggi badan (BB/TB), lingkar lengan atas menurut umur (LILA/U) dan sebagainya (Barasi, 2008).

    LILA merupakan gambaran tentang keadaan jaringan otot dan lapisan lemak bawah kulit. Pengukuran LILA dilakukan pada pertengahan antara pangkal lengan atas dan ujung siku dalam ukuran cm (bagian pertengahan jarak antara olekranon dan tonjolan akromion). Lingkar lengan atas merupakan salah satu pilihan untuk penentuan status gizi karena mudah, murah, dan cepat. Tidak memerlukan data umur yang terkadang susah diperoleh. Memberikan gambaran tentang keadaan aringan otot dan lapisan lemak bawah kulit (Fatmah, 2005)

Balita

KEK                        : <12,5 cm

Normal                  : 12,5 cm

     IMT berguna sebagai indikator untuk menentukan adanya indikasi kasus KEK (kekurangan energi kronik) dan kegemukan (obesitas). Kini IMT banyak digunakan di rumah sakit untuk mengukur status gizi pasien karenaIMT dapat memperkirakan ukuran lemak tubuh yang sekalipun hanya estimasi tetapi lebih akurat daripada pengukuran berat badan saja. Di samping itu, pengukuran IMT lebih banyak dilakukan saat ini karena orang yang berlebihan berat badan atau gemuk yang lebih beresiko untuk menderita penyakit diabetes, penyakit jantung, stroke, hipertensi dan beberapa bentuk penyakit kanker (Hartono, 2006).

 

    Berat untuk rasio tinggi menunjukkan berat badan dalam kaitannya dengan tinggi dan sangat berguna untuk menyediakan ukuran kelebihan berat badan dan obesitas dalam populasi orang dewasa. Oleh karena itu hal ini kadang-kadang disebut sebagai indeks obesitas. Indeks massa tubuh digunakan dalam preperences untuk lainnya berat/tinggi indeks, termasuk rasio berat tinggi, indeks Ponderal, dan indeks Benn. Hal ini sekarang digunakan secara ekstensif secara internasional untuk mengklarifikasikan kelebihan berat badan dan obesitas pada orang dewasa (Asmayuni, 2007).

 

    Kegemukkan disebabkan oleh ketidak imbangan kalori yang masuk dibanding yang keluar. Kalori diperoleh dari makanan sedangkan pengeluarannya melalui aktivitas tubuh dan olah raga. Kalori terbanyak (60-70%) dipakai oleh tubuh untuk kehidupan dasar seperti bernafas, jantung berdenyut dan fungsi dasar sel. Besarnya kebutuhan kalori dasar ini ditentukan oleh genetik atau keturunan namun aktivitas fisik dan olah raga dapat meningkatkan jumlah penggunaan kalori keseluruhan (Asmayuni, 2007).

Hans Mandala

puskkk.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Beri Komentar

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.