Rabu, 29 Juli 2020 01:00

DIET PAKAI OBAT? SEHATKAH..!!

Ada banyak cara untuk melangsingkan tubuh. Bagi yang ingin mendapat hasil cepat atau instan, mengonsumsi obat pelangsing kerap dijadikan pilihan. Namun, kita perlu tahu bahwa mengonsumsi obat pelangsing bisa memberi sejumlah efek samping.

 

Dipublikasi pada : Info Sehat

Sesuai Pedoman Perencanaan Tingkat Puskesmas (Depkes RI, 2006), Manajemen Puskesmas merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bekerja secara sinergik yang meliputi perencanaan, penggerakan pelaksanaan serta pengendalian, pengawasan dan penilaian. Penerapan manajemen penggerakan pelaksanaan dalam bentuk forum pertemuan yang dikenal dengan Lokakarya Mini.

Dipublikasi pada : Warta
Selasa, 28 Juli 2020 02:03

JADWAL MAKAN OBAT YANG BENAR

Berkaitan dengan penggunaan obat, ada banyak hal yang mesti kita ketahui sebagai seorang yang ingin sembuh, kekurang telitian atau kesalahan karena kurang patuh terhadap petunjuk atau saran mengenai penggunaan obat akan berakibat fatal bagi penyembuhan kita dan berpengaruh pada produktifitas dalam keseharian kita.

Dipublikasi pada : Info Sehat

Rabu 08/07/2020 Bertempat di Puskesmas Kupang Kota, di lakukan sosialiasi Aplikasi E-Kinerja tujuannya untuk mempermudah PNS dalam mencatat hasil kegiatan tugas jabatan masing-masing PNS sesuai dengan tupoksi masing-masing PNS. "Ke depan, pelaporan kinerja kita juga semakin komplit karena berbasis SKP dengan finger print atau absensi Online Ujar Pak Rahmad S Ardi.SE dari BKPPD Kota Kupang.

 

Selain itu, aplikasi tersebut juga dapat mempermudah pejabat struktural dalam proses monitoring, evaluasi, dan pengawasan kinerja serta penilaian perilaku kerja staff atau bawahannya.

Pak Rahmat juga menerangkan tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman kepada ASN tentang Penerapan e-Kinerja. Hal itu dilakukan demi menjamin objektifitas pembinaan ASN yang didasarkan pada sistem prestasi kerja dan sistem karir. “ASN memiliki posisi strategis dalam pemerintahan, sehingga dituntut mengembangkan kompetensi dalam melaksanakan tugasnya,” ujar dia.

Sehingga E- kinerja tersebut, Lanjutnya mempermudah pimpinan mengontrol dan mengawasi kinerja bawahannya dan juga tentunya hal ini dapat berdampak positif bagi ASN dalam memperbaiki kinerja dan kedisiplinan, sehingga ASN dapat berkerja maksimal sesuai dengan apa yang diharapkan.

Dipublikasi pada : Warta

Meski dalam situasi pandemic Covid-19 tidak menurunkan semangat Nutrisionist Mengantisipasi masalah gizi yang ada di Indonesia, terutama Wilayah  kerja puskesmas Kupang Kota.

Dipublikasi pada : Warta

Banyak orang yang sering menghangatkan makanan kembali saat ingin makan. Namun, memanaskan sayur bayam bisa berhaya bagi tubuh. Ini kata pakar gizi!

Dipublikasi pada : Info Sehat

 

Menerapkan hidup sehat, salah satunya adalah dengan menjaga kebersihan tubuh sepanjang hari. Menjaga kebersihan tubuh juga bukan hanya dengan mandi lho, tapi juga dengan memastikan tangan selalu bersih, begitu juga dengan gigi. Merawat gigi tetap bersih dan sehat bukan hanya penting buatmu sendiri, tapi juga akan membantu mencegah penyakit dan penyebaran infeksi pada orang lain.

Dipublikasi pada : Info Sehat
Kamis, 30 April 2020 05:38

ZAT GIZI HILANG SAAT MASAK KO ?

Memasak adalah cara untuk bisa menikmati makanan. Tanpa proses ini, banyak makanan menjadi kurang lezat untuk dimakan. Selain itu, memasak juga bertujuan untuk mematikan mikroorganisme, seperti bakteri dan kuman, yang ada di makanan, sehingga makanan lebih sehat untuk dimakan dan tidak akan menimbulkan penyakit.

 

Namun, di balik manfaat proses memasak, ternyata suhu panas yang dihasilkan oleh pemasakan berpengaruh pada kandungan zat gizi dalam makanan tersebut. Tidak semua zat gizi sensitif terhadap panas, tetapi beberapa zat gizi akan menurun jumlahnya karena pemanasan saat pemasakan.

 

Panas yang digunakan saat memasak berpengaruh pada makanan

 

Pemanasan yang dihasilkan oleh proses masak dapat mempengaruhi vitamin dan lemak dalam makanan. Vitamin tertentu, terutama vitamin larut air, sangat sensitif terhadap panas yang dihasilkan selama proses pemasakan. Lemak dapat mentolerir suhu panas yang lebih tinggi daripada zat gizi lainnya, namun ketika lemak bertemu dengan titik asap dari pemanasan tersebut, maka struktur kimia lemak dapat berubah.

 

Perubahan struktur kimia pada lemak ini menimbulkan risiko kesehatan, bau yang tidak sedap, rasa yang berubah, dan berkurangnya kandungan vitamin. Oleh karena itu, sebaiknya Anda membatasi konsumsi makanan berlemak yang dimasak dalam minyak goreng bersuhu sangat tinggi.

 

Apa saja zat gizi yang berkurang saat pemasakan?

 

Walaupun tidak semua, tetapi terdapat beberapa zat gizi yang dapat hilang saat proses pemasakan, terutama yang menghasilkan panas berlebih.

 

Vitamin larut air

 

Vitamin larut air, terutama vitamin C dan vitamin B, sangat sensitif terhadap panas. Kedua vitamin ini banyak terdapat dalam sayuran dan buah-buahan. Sehingga, pemasakan sayuran yang mengandung kedua vitamin tersebut dapat membuat kandungan vitamin dalam sayuran berkurang, terutama jika dimasak dengan air.

 

Vitamin C

Vitamin C sangat sensitif terhadap panas, air, dan udara. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Zhejiang University Science tahun 2009 menunjukkan bahwa metode memasak mempengaruhi kadar vitamin C dalam brokoli. Brokoli yang dimasak dengan cara direbus adalah yang paling banyak menghilangkan kandungan vitamin C, sedangkan brokoli yang dimasak dengan cara dikukus adalah yang paling dapat mempertahankan kandungan vitamin C dalam brokoli.

 

Penelitian Chuli Zeng tahun 2013 yang menguji kandungan vitamin C dalam bayam, lettuce, dan brokoli saat pemasakan menunjukkan bahwa perebusan sayuran tersebut dapat menghilangkan kandungan vitamin C lebih dari 50%. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa sayuran mentah memiliki kandungan vitamin C yang paling tinggi dibandingkan dengan sayuran yang dimasak, serta metode memasak dengan cara dikukus merupakan metode yang paling baik untuk mempertahankan kandungan vitamin C dalam sayuran tersebut.

 

Vitamin B

Terutama vitamin B1 (tiamin), asam folat, dan vitamin B12 adalah yang paling tidak stabil terhadap panas. Vitamin B ini mungkin bisa saja sudah hilang, bahkan sebelum melalui proses pemasakan. Jika disimpan dalam tempat yang tidak tepat, vitamin B dalam bahan makanan bisa saja sudah hilang.

 

Penelitian tahun 2010 yang diterbitkan oleh Journal of The Pakistan Medical Association menunjukkan bahwa susu yang direbus selama 15 menit menyebabkan penurunan jumlah vitamin B1, B2, B3, B6, dan asam folat sebesar 24-36%. Hal inilah yang mungkin menyebabkan susu yang sudah mengalami proses pemanasan di pabrik akan diperkaya dengan berbagai jenis vitamin dan mineral.

 

Vitamin larut lemak

 

Vitamin larut lemak sangat sensitif terhadap panas, udara, dan lemak. Vitamin larut lemak, terutama vitamin A, D, dan E, dapat berkurang jumlahnya dalam makanan jika dimasak dalam minyak panas. Karena vitamin ini dapat larut dalam lemak, vitamin ini kemudian larut dalam minyak panas yang digunakan untuk memasaknya. Berbeda dengan vitamin A, D, dan E, vitamin K lebih stabil terhadap panas dan tidak mudah hancur. Agar tidak banyak kehilangan kandungan vitamin A, D, E dan K dalam makanan, Anda bisa memasak bahan makanan tersebut dengan panas tinggi dan air.

 

Asam lemak omega 3

 

Asam lemak omega 3 yang banyak terkandung dalam ikan berlemak ini ternyata tidak tahan dengan panas tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa menggoreng ikan tuna dapat menurunkan kandungan asam lemak omega 3 sebesar 70-85%. Sedangkan, memasak ikan tuna dengan cara dipanggang hanya akan menghilangkan sedikit kandungan asam lemak omega 3 dalam ikan tuna. Begitu juga dengan merebus ikan yang dapat mempertahankan asam lemak omega 3 lebih banyak daripada menggorengnya.

 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode memasak dapat mempengaruhi kandungan zat gizi yang ada dalam makanan. Setiap bahan makanan harus dimasak dengan metode pemasakan yang tepat agar kandungan zat gizinya tidak banyak yang hilang.

 

Bagaimana cara mempertahankan kandungan zat gizi dalam makanan meski dimasak?

 

Beberapa saran yang dapat Anda ikuti agar kandungan zat gizi dalam makanan tidak terlalu banyak menghilang saat pemasakan adalah:

 

Mulailah dari metode penyimpanan. Simpan bahan makanan, seperti sayuran, di tempat yang baik. Sebaiknya hindari menyimpan sayuran di tempat yang panas, terutama untuk sayuran yang banyak mengandung vitamin B dan vitamin C. Anda bisa menyimpannya dalam tempat yang sejuk atau Anda juga bisa menyimpannya dalam wadah kedap udara.

Sebelum memasak, cukup cuci sayuran daripada mengupasnya. Kulit sayuran mengandung beberapa jenis vitamin dan mineral, serta serat yang penting untuk tubuh kita. Sebaiknya, juga jangan membuang daun luar sayuran, seperti kol, kecuali daun tersebut layu.

Masak sayuran dengan air sedikit. Sebaiknya juga Anda mengonsumsi air yang digunakan untuk merebus sayuran tersebut, jangan malah membuangnya. Atau, lebih baik untuk memasak sayuran dengan metode dikukus, menggunakan microwave, atau memanggangnya, daripada dimasak dengan cara direbus.

Potong makanan setelah dimasak daripada sebelum dimasak. Hal ini dapat mengurangi kandungan zat gizi yang hilang selama proses pemasakan.

Masak makanan dalam waktu yang cepat, jangan terlalu lama. Semakin lama sayuran dimasak, semakin banyak zat gizi yang akan terbuang.

 

https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/memasak-menghilangkan-zat-gizi-makanan/

Dipublikasi pada : Info Sehat
Sabtu, 28 Juli 2018 01:50

TAK CUKUP ANAK ASAL KENYANG

Yang penting anak kenyang …….. prinsip yang masih sering dipegang oleh ibu atau pengasuh dalam pemberian makan kepada anak.

Dipublikasi pada : Info Sehat