Puskesmas Kupang Kota

Info Kesehatan

MARI LEBIH MENGENAL GEJALA COVID VARIAN DELTA

Ditulis Oleh | Kamis, 22 Juli 2021 04:38
Beri Rating
(0 votes)
MARI LEBIH MENGENAL GEJALA COVID VARIAN DELTA

Beragam varian virus Corona terus bermunculan. Di antaranya, varian Delta atau yang sebelumnya disebut varian B1617.2 dan pertama kali ditemukan di India. Sejumlah pihak khawatir, varian Delta menular lebih cepat sehingga gejala COVID-19 varian baru ini penting untuk dikenali. Mengingat, Indonesia kini tengah menghadapi lonjakan kasus COVID-19.

 

Dengan meningkatnya penularan karena variant of concern (yang perlu diwaspadai), diperlukan tindakan segera untuk mengatasi situasi di banyak provinsi. Varian baru virus corona yang lebih menular berada di balik lonjakan kasus di sejumlah daerah di Indonesia seperti Jakarta. Varian baru yang dominan terutama B.1.617.2 atau varian Delta yang pertama kali ditemukan di India.

Jelas, masyarakat harus semakin waspada dengan peningkatan kasus tersebut, termasuk dengan mengenali gejala virus corona.

 

Gejala virus corona yang paling umum:

 

  •    Demam
  •    Batuk kering
  •    Kelelahan

 

Gejala virus corona yang kurang umum dan bisa memengaruhi beberapa pasien:

 

    Kehilangan rasa atau bau

    Hidung tersumbat

    Konjungtivitis (juga dikenal sebagai mata merah)

    Sakit tenggorokan

    Sakit kepala

    Nyeri otot atau sendi

    Berbagai jenis ruam kulit

    Mual atau muntah

    Diare

    Menggigil atau pusing

 

Gejala virus corona yang parah:

 

    Sesak napas

    Kehilangan selera makan

    Kebingungan

    Nyeri atau tekanan yang terus-menerus di dada

    Temperatur tinggi (di atas 38°C)

 

Gejala lain virus corona yang kurang umum dan gejala baru:

 

    Sifat lekas marah

    Kebingungan

    Kesadaran berkurang (terkadang berhubungan dengan kejang)

    Kegelisahan

    Depresi

    Gangguan tidur

    Komplikasi neurologis yang lebih parah dan jarang terjadi, seperti stroke, radang otak, delirium, dan kerusakan saraf

 

"Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Beberapa orang menjadi terinfeksi tetapi hanya memiliki gejala ringan. Pada umumnya, gejala mulai muncul sekitar lima hingga enam hari setelah terjadi pajanan. "Tetapi, waktu kemunculan gejala ini dapat berkisar 1 hingga 14 hari," ungkap WHO.

 

WHO menekankan, orang dari segala usia yang mengalami demam dan/atau batuk yang berhubungan dengan kesulitan bernapas atau sesak napas, nyeri atau tekanan dada, atau kehilangan kemampuan bicara atau bergerak, harus segera mencari perawatan medis.

 

"Jika memungkinkan, hubungi penyedia layanan kesehatan, hotline, atau fasilitas kesehatan terlebih dahulu, sehingga Anda dapat diarahkan ke klinik yang tepat.

Dibaca 33 Kali Terakhir Diperbaharui Kamis, 22 Juli 2021 04:47
Hans Mandala

puskkk.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Artikel Lainnya

PUSKESMAS KUPANG KOTA RAMAH ANAK

PUSKESMAS KUPANG KOTA RAMAH ANAK

Pelayanan Puskesmas terhadap masyarakat Read More
TAK CUKUP ANAK ASAL KENYANG

TAK CUKUP ANAK ASAL KENYANG

Yang penting anak kenyang Read More
KeHaraman VS Vaksinasi

KeHaraman VS Vaksinasi

Masalah halal dan haram Read More
Bulan Imunisasi Anak Sekolah

Bulan Imunisasi Anak Sekolah

BIAS adalah bulan dimana Read More
Seimbangkan Gizi

Seimbangkan Gizi

Gizi seimbang adalah susunan Read More
PEMANTAUAN JENTIK BERKALA

PEMANTAUAN JENTIK BERKALA

Pemeriksaan jentik berkala adalah Read More
Posyandu Ku Posyandu Mu

Posyandu Ku Posyandu Mu

Sejarah Lahirnya Posyandu Untuk Read More
Gula Darah Tinggi vs Gula Darah Rendah

Gula Darah Tinggi vs Gula Darah Rendah

Dalam ilmu medis, keberadaan Read More
TBC Dan Resiko

TBC Dan Resiko

Indonesia masih banyak yang Read More
  • 1