Puskesmas Kupang Kota

Warta Puskesmas

MUSIM PENGHUJAN MUSIM NYAMUK.... WASPADALAH

Ditulis Oleh | Rabu, 12 Oktober 2022 02:52
Beri Rating
(1 Vote)
MUSIM PENGHUJAN MUSIM NYAMUK.... WASPADALAH

Mari kita sama-sama waspada bahaya DEMAM BERDARAH dimusim transisi panas dan hujan yang dapat berakibat kematian dalam wilayah tempat tinggal kita.

Demam berdarah sendiri bukan hal yang baru di telinga kita, mari kita bersama waspada dan saling mengingatkan tentang pentingny informasi ini,baik penyebab, cara mendeteksi gejala dan cara pencegahannya. Karena  Bila ada satu orang dalam satu wilayah yang terinfeksi, maka lain hari akan ada orang lain yang terkena juga. Inilah yang BERBAHAYA.

Bahkan, bila sudah musim hujan dan para nyamuk datang, puskesmas dan rumah sakit penuh dengan pasien yang menderita DBD. Untuk itu, kepedulian terhadap lingkungan diperlukan guna mencegah penyebaran penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk ini.

Tutur pengelola Surveilens Puskesmas Kupang Kota, Ibu Ukayah, SKM. Nyamuk sendiri dapat menyebabkan banyak penyakit, dan akan sangat berbahaya jika terlambat penanganannya, misalnya:

Demam berdarah

Seperti yang sudah diulas di atas, demam berdarah merupakan penyakit yang paling umum terjadi saat nyamuk sedang merajalela. Penyakit ini disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang menularkan virus dengue ketika mengisap darah manusia. Habitat spesies Aedes aegypti ini sangat unik karena lebih suka air bersih ketimbang air kotor.

Gejala demam berdarah di antaranya adalah lemas, mual, demam tinggi, dan sakit kepala yang parah. Tanda lain yang bisa dilihat dari penderita DB adalah bercak/bintik merah yang ada di kulit.

Bila segera ditangani, penyakit ini bisa disembuhkan. Meski memang penderitanya akan merasakan lemas dulu.

Sebaliknya, bila tidak cepat ditangani atau kondisi penderita semakin turun setiap harinya, maka yang terjadi akan makin parah. Ini ditandai dengan terjadinya pendarahan, misalnya mimisan lewat hidung atau pendarahan di sekitar gusi. Bila kondisi yang parah ini tidak tertangani dengan baik maka penderita bisa mengalami kematian.

 

Malaria

Nyamuk anopheles menyebabkan penyakit malaria dan jumlah penderitanya juga cukup banyak di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Hal ini karena hewan ini memang lebih sering ditemukan di daerah sana.

Yang bisa menyebabkan penyakit ini adalah versi betina sebab mereka membutuhkan protein untuk bertelur atau mengembangkan telur-telurnya. Sementara versi jantannya mengonsumsi nektar dari tanaman. Virus atau parasit plasmodium yang ditularkan oleh anopheles betina kepada penderita malaria biasanya akan menimbulkan gejala seperti menggigil, muntah, demam tinggi, dan yang lainnya.

 

Yang jelas, penyakit ini mengganggu sistem imun. Yakni membuat daya tahan tubuh seseorang menurun drastis hingga mudah terjangkit penyakit lainnya sampai akhirnya mengalami komplikasi. Maka dari itu, bila seseorang mengalami sakit malaria, dia harus mendapatkan penanganan dan pengobatan yang serius sampai benar-benar sembuh.

Penyakit Virus Zika

Jenis virus ini juga ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Beberapa tahun lalu virus zika sempat menjadi momok orang di seluruh dunia. Sebab keberadaannya yang jadi pandemi di daerah Karibia dan Amerika Latin.

Virus Zika, selain bisa ditularkan melalui nyamuk, virus ini ternyata juga menular melalui hubungan intim dan ibu yang melahirkan anaknya.

Gejala virus zika terbilang ringan. Maka dari itu, banyak sekali yang tidak menyangka bahwa penyakit ini berbahaya. Beberapa gejala yang muncul adalah gatal, ruam, nyeri otot, demam, dan kemerahan.

Kondisi parah dari virus ini ditunjukkan dengan adanya penyakit Microcephally dan Guillain-Barre. Microcephally terjadi pada bayi, di mana kepalanya kecil dan tidak bisa berkembang secara sempurna. Sedangkan Guillain-Barre adalah kondisi gangguan saraf yang bisa menyebabkan kelumpuhan otak. Masalahnya, hingga saat ini belum ada vaksin yang bisa memerangi virus zika. Jadi, sebaiknya semua orang berhati-hati terhadap penyakit yang disebabkan oleh nyamuk ini.

 

Chikungunya

Chikungunya juga ditular oleh spesies Aedes. Cirinya hampir sama dengan penyakit DB. Gejalanya bahkan hampir sama, yakni sakit kepala, mual, menggigil, demam tinggi, nyeri tubuh, ruam dan bintik-bintik pada kulit.

Perbedaannya adalah pada rasa nyeri yang dirasakan. Pada chikungunya penderitanya sangat kesakitan sampai sudah bergerak.

 

Demam kuning – yellow fever

Penyebaran penyakit ini ada di sekitar Afrika dan Amerika Selatan sehingga kurang begitu dikenal di Indonesia. Penyebabnya adalah Haemagogus.

Yang berbahaya dari penyakit ini adalah efeknya yang bisa menimbulkan pendarahan di dalam tubuh. Dalam kondisi yang serius, penderita bisa mengalami muntah darah hingga kerusakan multiorgan.

Sesuai dengan namanya, salah satu gejala yang muncul pada fase perkembangannya adalah menguningnya kulit si penderita.

Kaki gajah

Dalam dunia medis, jenis sakit ini disebut Filariasis. Sebuah jenis sakit yang disebabkan oleh cacing dan ditularkan melalui perantara nyamuk. Prosesnya nyamuk membawa larva cacing kemudian ditaruh di tubuh manusia pada saat menggigit atau mengisap darah mereka.

Beberapa jenis nyamuk yang menularkan kaki gajah adalah Culex, Aedes, Anopheles, Armigeres, dan Mansonia.

Virus west nile

Penyakit ini hanya menunjukkan gejala dalam jumlah sedikit. Keberadaannya di Amerika Serikat. Jadi masih tidak familiar di Indonesia. Jenis nyamuk yang menyebabkan virus wet nile adalah Culex. Khususnya Culex tritaeniorhynchus.

Dalam kondisi parah, penderitanya bisa mengalami meningitis dan peradangan otak.

 

Japanese encephalitis

Penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk Culex yang membawa flavivirus. Penderita Japanese encephalitis biasanya meningkat saat musim hujan.

Jenis penyakit ini hampir sama dengan virus west nile. Bila tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

 

Dan cara pencegahan sebagai berikut:

  1. Menguras bak mandi seminggu sekali Genangan air merupakan tempat bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Nyamuk betina pertama-tama akan bertelur pada dinding bak yang terisi air. Larva nyamuk yang menetas dari telur kemudian akan mendapat makanan dari mikroorganisme di sekitarnya. Seiring waktu, larva nyamuk akan tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Keseluruhan siklus ini berlangsung selama 8–10 hari dalam suhu ruang. Maka dari itu, menguras dan membersihkan bak mandi minimal seminggu sekali adalah cara pencegahan DBD yang paling utama. Kebiasaan ini dapat membasmi nyamuk Aedes aegypti serta memutus rantai penularan demam berdarah.
  2. Bersihkan juga wadah penampung air lainnya Jangan hanya berhenti sampai di kamar mandi. Anda juga perlu menguras dan membersihkan berbagai wadah lain di rumah yang menampung air untuk mencegah demam berdarah. Perabotan seperti baskom, kaleng, vas atau pot bunga, ember, dan lain sebagainya dapat menjadi sarang bagi nyamuk jika tidak rajin dikuras. Biasakanlah menguras wadah-wadah air tersebut setidaknya dua kali seminggu sebagai langkah pencegahan demam berdarah di rumah. Setelah itu, tutup rapat wadah yang kemungkinan bisa menjadi sarang nyamuk. Buang wadah-wadah yang sudah usang dan tidak terpakai agar tidak jadi tempat genangan air.
  3. Pasang kasa dan kelambu nyamuk Untuk cara mencegah nyamuk DBD masuk ke dalam rumah, Anda bisa memasang kasa pada setiap lubang ventilasi dan jendela. Kasa nyamuk ada berbagai macam, ada yang terbuat dari kawat, magnet, bahkan sampai jaring-jaring rapat yang tipis namun kuat menghalau masuknya nyamuk dari luar. Pencegahan demam berdarah juga perlu dilakukan dengan memasang kelambu di kamar tidur. Anda dapat memasang kelambu mengelilingi ranjang Anda atau menutupi ranjang bayi.
  4. Jangan menumpuk atau menggantung baju terlalu lama Kebiasaan menunda-nunda melipat cucian dan membiarkannya menumpuk begitu saja? Jika tidak, apa Anda justru terbiasa menggantung baju di balik pintu, atau menumpuk cucian kotor di pojokan kamar? Sebaiknya setop kebiasaan ini sebagai langkah pencegahan DBD. Membiarkan baju menumpuk atau tergantung begitu lama dapat menjadi tempat favorit untuk dihinggapi nyamuk. Hal ini dikarenakan nyamuk menyukai aroma tubuh manusia. Jika Anda memang harus menyimpan kembali baju yang baru dipakai, lipat kemudian simpan pada tempat yang bersih dan tertutup.
  5. Gunakan lotion atau krim antinyamuk Lindungi diri dengan mengoleskan losion antinyamuk setiap kali akan bepergian keluar rumah atau ke tempat terbuka. Ikuti petunjuk pemakaian yang tertera pada label kemasan. Oleskan krim terutama pada bagian tubuh yang tidak tertutupi pakaian. Jangan mengoleskan krim antinyamuk pada kulit yang tertutup pakaian. Jika Anda juga menggunakan tabir surya atau sunscreen, oleskan tabir surya terlebih dahulu baru lotion anti nyamuk. Namun, sebaiknya tetap lindungi tubuh dengan krim antinyamuk meski Anda sedang di rumah. Kemudian oleskan lagi menjelang waktu tidur karena nyamuk demam berdarah aktif sepanjang malam. Prinsipnya, sering-sering mengoleskan krim berulang kali sepanjang hari di mana pun Anda berada. Oleskan ulang sesuai petunjuk di kemasan, misalnya ada yang harus diulang setiap 3 jam sekali. Untuk memastikan Anda dan anggota keluarga lainnya tidak alergi dengan bahan-bahan obat nyamuk, tes dulu dengan menotolkan sedikit krim pada kulit punggung tangan sehari atau dua hari sebelum pemakaian. Kalau Anda melihat ada tanda-tanda alergi, hentikan pemakaian dan basuh area kulit yang dioles sampai bersih. Hubungi dokter jika perlu.
  6. Gunakan pakaian tertutup saat keluar rumah Anda akan lebih rentan digigit nyamuk Aedes pada pagi dan sore hari. Sebagai cara pencegahan penularan DBD dari diri sendiri, kenakanlah pakaian panjang yang menutupi kulit. Baik itu ketika Anda di rumah maupun saat keluar rumah setiap saat. Agar pencegahan demam berdarah lebih efektif, semprotkan dulu obat permethrin pada sepatu, celana/rok, kaos kaki, dan pakaian. Permethrin adalah obat yang mampu melumpuhkan dan membunuh tungau, termasuk nyamuk. Penting! Gunakan permethrin sesuai petunjuk pemakaian yang tertera di label kemasan. Jangan langsung semprotkan permethrin pada kulit.
  7. Fogging Selain rutin melindungi rumah pakai obat nyamuk semprot atau obat nyamuk bakar, penting juga untuk membiasakan kegiatan fogging. Fogging adalah cara pencegahan demam berdarah (DBD) secara massal dengan penyemprotan obat nyamuk yang mampu menjangkau area lebih luas. Pencegahan demam berdarah (DBD) dengan fogging biasanya dilakukan ketika masuk musim pancaroba atau ketika angka kasus demam berdarah di daerah Anda mulai meningkat. Obat fogging mengandung zat kimia piretroid sintetis (insektisida) yang dilarutkan dengan air, kemudian diuapkan menjadi kabut asap. Asap fogging dapat menyebar cepat ke pelosok bangunan dan dapat cepat membunuh nyamuk serta jentik-jentiknya. Maka itu, setiap penghuni rumah wajib membiarkan semua pintu dan jendela rumah mereka terbuka selama fogging berlangsung. Dilakukan dengan tepat, fogging tidak akan berisiko pada kesehatan Anda. Namun agar tidak terlalu banyak menghirup asap, sebaiknya gunakan masker atau “evakuasi” dulu ke tempat terbuka dengan aliran udara lancar. Fogging paling baik dijadwalkan pada sekitar pukul 5.30-7.30 pagi atau 4.30-6.30 malam. Waktu tersebut adalah saat nyamuk demam berdarah sedang aktif keluar dari sarangnya.
  8. Pangkas dan bersihkan tanaman liar di pekarangan rumah Pekarangan hijau dan penuh bunga memang membuat penampilan rumah makin cantik dan apik. Namun, Anda harus rajin-rajin merawatnya agar tidak malah jadi sarang nyamuk. Rerumputan lebat dan kumpulan ilalang liar yang tidak terawat dapat menjadi sarang nyamuk tersembunyi. Terlebih ketika di musim hujan, tidak semua airnya terserap ke dalam tanah. Kadang masih ada sisa-sisa genangan air yang bersembunyi di antara tanaman yang tumbuh liar. Nah, di sinilah nyamuk akan bebas berkembang biak menelurkan ribuan jentiknya. Babat rata dan rapikan perkarangan atau tanaman liar di sekitar rumah. Jangan lupa juga untuk menguras setiap pot dan tutup lubang-lubang genangan, ratakan dengan tanah.
  9. Hias rumah dengan tanaman antinyamuk alami Selain yang sudah disebut di atas, Anda dapat memanfaatkan alternatif alami lainnya sebagai cara pencegahan demam berdarah (DBD) di rumah. Misalnya, menghias interior rumah dengan tanaman pengusir nyamuk seperti serai wangi, bunga lavender, daun peppermint, dan bunga geranium (tapak dara). Letakkan pot-pot kecil berisi tanaman tersebut di lokasi yang strategis, misalnya pojokan rumah, di dekat jendela, atau pintu-pintu masuk. Anda bisa juga menanam sebagiannya lagi di pekarangan rumah untuk menghalau nyamuk berkeliaran di luar. Terutama untuk jenis tanaman yang tidak bisa dipelihara dalam pot, seperti serai dan lemon balm. Cara lainnya adalah dengan memasang lilin aromaterapi dengan wewangian dari tanaman pengusir nyamuk tersebut, misalnya lilin dengan aroma lavender atau geranium. Nyalakan lilin aromaterapi pada malam hari. Namun perlu diingat, berbagai bahan alami ini belum terbukti 100% aman dan efektif sebagai pencegahan demam berdarah atau DBD untuk semua orang. Maka dari itu, sebaiknya Anda tetap prioritaskan menggunakan produk obat antinyamuk komersil yang memang telah teruji pasti.
  10. Vaksin DBD Jika semua cara pencegahan di atas sudah semua Anda lakukan tapi masih takut akan risiko DBD, dapatkan vaksin dengue di klinik atau rumah sakit terdekat. Ya, tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya vaksin dengue sudah lama ada di Indonesia. Vaksin dengue pun juga sudah disetujui oleh BPOM RI. Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dengan jarak antar pemberian dosis per 6 bulan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan vaksin dengue sebagai cara pencegahan demam berdarah sudah dapat diberikan pada orang-orang yang berusia 9-45 tahun. Namun berdasarkan penelitian, vaksin dengue akan paling manjur jika mulai diberikan pada anak berusia 9-16 tahun. Saat ini terdapat 10 negara di dunia yang telah menyetujui penggunaan vaksin dengue selain Indonesia, yaitu Filipina, Vietnam, Thailand, Malaysia, Brazil, Puerto Rico, Meksiko, Honduras, dan Kolombia.
  11. Menjaga daya tahan tubuh Anda Langkah terpenting lainnya yang perlu dilakukan sebagai pencegahan DBD atau demam berdarah adalah meningkatkan daya tahan tubuh Anda. Dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, risiko Anda terkena penyakit pun dapat dikurangi. Anda dapat melindungi daya tahan tubuh dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat. Mencegah demam berdarah dengan cara banyak mengonsumsi berbagai jenis makanan sehat dapat meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda. Aturlah menu makanan yang kaya akan vitamin dan mineral seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta daging. Berolahraga juga cara terbaik menjaga kesehatan tubuh guna mencegah demam berdarah. Usahakan untuk olahraga secara rutin. Tidak perlu terlalu berat, contohnya seperti cukup berjalan santai selama 30 menit per hari. Kurangi pula kebiasaan buruk seperti merokok, minum alkohol, kurang tidur, serta pelajari cara mengelola stres yang baik. Anda dijamin akan merasakan perubahan yang nyata dalam kesehatan Anda secara keseluruhan.
Dibaca 105 Kali Terakhir Diperbaharui Rabu, 12 Oktober 2022 03:03
Hans Mandala

puskkk.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Artikel Lainnya

Gula Darah Tinggi vs Gula Darah Rendah

Gula Darah Tinggi vs Gula Darah Rendah

Dalam ilmu medis, keberadaan Read More
Seimbangkan Gizi

Seimbangkan Gizi

Gizi seimbang adalah susunan Read More
Bulan Imunisasi Anak Sekolah

Bulan Imunisasi Anak Sekolah

BIAS adalah bulan dimana Read More
TBC Dan Resiko

TBC Dan Resiko

Indonesia masih banyak yang Read More
KeHaraman VS Vaksinasi

KeHaraman VS Vaksinasi

Masalah halal dan haram Read More
TAK CUKUP ANAK ASAL KENYANG

TAK CUKUP ANAK ASAL KENYANG

Yang penting anak kenyang Read More
PUSKESMAS KUPANG KOTA RAMAH ANAK

PUSKESMAS KUPANG KOTA RAMAH ANAK

Pelayanan Puskesmas terhadap masyarakat Read More
PEMANTAUAN JENTIK BERKALA

PEMANTAUAN JENTIK BERKALA

Pemeriksaan jentik berkala adalah Read More
Posyandu Ku Posyandu Mu

Posyandu Ku Posyandu Mu

Sejarah Lahirnya Posyandu Untuk Read More
  • 1